Wisata

2026, Desa Sidan Siap Luncurkan Kisidan Kabin, Kawasan Desa Wisata Terpadu di Timur Gianyar

 Jumat, 13 Februari 2026

Desa sidan segera Lauching Kissidan Kabin

Newsyess.com, Gianyar. 

Gianyar | Newsyess.com  – Pemerintah Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, terus mematangkan pengembangan kawasan wisata terpadu Kisidan Eco Hill sebagai ikon baru desa wisata. Tahun 2026 menjadi momentum penting, karena seluruh fasilitas utama ditargetkan rampung dan siap diluncurkan pada Maret–April mendatang.

Kepala Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, S.Sos., NL.P., CPM, menjelaskan bahwa pengembangan Kisidan Eco Hill dilakukan secara bertahap sejak 2024 sebagai strategi membangun desa berbasis potensi alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin Desa Sidan benar-benar memiliki kawasan desa wisata yang lengkap. Di Kisidan Eco Hill nanti ada atraksi, penginapan, resto, coffee shop, swing, trekking, yoga, taman baca, hingga area perkemahan. Tahun ini kami targetkan launching,” ujarnya.

Fasilitas Lengkap, Konsep Wisata Alam dan Edukasi

Kisidan Eco Hill sebelumnya telah memiliki restoran, ruang pertemuan (meeting room), serta wahana swing yang bekerja sama dengan Boris Swing dan Bali Swing. Pada 2026, fasilitas tersebut diperkuat dengan kehadiran coffee shop yang menyasar pasar lokal maupun wisatawan.

Bangunan coffee shop sudah tersedia sejak tahun lalu dan kini tinggal melengkapi interior serta peralatan bar sebelum resmi dibuka.

“Kita siapkan ruang kopi untuk masyarakat lokal maupun wisatawan. Bangunan sudah ada, tinggal penyempurnaan. Tahun ini sudah siap beroperasi,” jelasnya.

Selain itu, Desa Sidan juga mengembangkan Kisidan Cabin sebagai penginapan berkonsep alam. Pembangunan dimulai pada 2024 dan satu unit telah selesai pada 2025. Tahun ini ditargetkan total lima unit kabin siap beroperasi.

“Sekitar dua bulan lagi lima kamar sudah siap. Untuk harga promosi berkisar Rp500.000 sampai Rp600.000 per malam,” ungkapnya.

Libatkan Investor untuk Percepatan Pembangunan

Untuk mempercepat pengembangan kawasan, pemerintah desa tidak hanya mengandalkan anggaran desa, tetapi juga membuka peluang investasi. Hingga saat ini, empat unit penginapan telah melibatkan investor dan seluruhnya ditargetkan rampung tahun ini.

“Kami mengundang investor agar pembangunan lebih cepat. Kalau hanya mengandalkan anggaran desa tentu butuh waktu lama,” tambahnya.

Didukung Homestay Warga, Total 40 Kamar Siap Tampung Wisatawan

Selain lima unit kabin di Kisidan Eco Hill, Desa Sidan juga memiliki sekitar 35 kamar homestay milik warga yang siap menerima tamu. Harga homestay bervariasi, mulai dari Rp250.000 hingga Rp400.000 per malam, tergantung fasilitas dan kategori kamar.

Dengan demikian, total sekitar 40 kamar akan memperkuat kapasitas akomodasi Desa Sidan sebagai kawasan desa wisata.

“Kisidan menjadi pintu masuk atau lobby kawasan Desa Wisata Sidan. Dari sini wisatawan bisa menjelajah ke berbagai titik wisata di desa,” jelasnya.

Trekking, Jogging Track, hingga Taman Baca

Pengembangan kawasan juga diperkuat dengan jalur trekking dan jogging track yang didukung pembangunan jalan usaha tani dari Pemerintah Kabupaten Gianyar. Jalur ini akan menjadi daya tarik wisata alam sekaligus olahraga.

Selain itu, akan dibangun taman baca atau pojok literasi serta area perkemahan yang menyasar segmen pelajar dan komunitas.

“Kami ingin wisata di sini tidak hanya rekreasi, tetapi juga edukasi dan kegiatan sosial,” katanya.

Kolaborasi Antar Desa di Gianyar Timur

Ke depan, Desa Sidan juga berencana berkolaborasi dengan desa-desa sekitar seperti Demulih, Dulikit, Samplangan, hingga wilayah Babakan, untuk membentuk kawasan wisata terpadu di Gianyar Timur.

“Kita ingin kolaborasi antar desa. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang ke satu titik, tetapi menjelajah seluruh kawasan,” ujarnya.

Usung Branding “Sidan Heritage”

Selain wisata alam, Desa Sidan juga mengangkat potensi budaya melalui branding Sidan Heritage, yang menonjolkan peninggalan sejarah, seni tradisional, serta kearifan lokal masyarakat.

“Kami punya potensi alam yang kuat, atraksi swing yang sudah berjalan, dan kekayaan budaya. Itu yang kami jadikan kekuatan,” tegasnya.

Ciptakan Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Warga

Menurut Sukra Suyasa, pengembangan Kisidan Eco Hill bukan sekadar proyek wisata, melainkan bagian dari visi membangun ekonomi desa dan menciptakan lapangan kerja.

“Salah satu visi saya adalah menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan desa wisata ini, peluang kerja dan usaha akan terbuka lebih luas,” katanya optimistis.

Ia berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gianyar agar pengembangan kawasan wisata desa semakin kuat dan berkelanjutan.

“Semakin banyak desa wisata berkembang, Gianyar akan semakin dikenal sebagai tujuan wisata yang lengkap untuk berlibur, menginap, menikmati alam, hingga merasakan ketenangan. Salah satunya ada di Desa Sidan,” pungkasnya.

Dengan konsep terpadu dan berbasis masyarakat, Kisidan Eco Hill digadang-gadang menjadi wajah baru pariwisata Gianyar Timur pada 2026.
(Tim Newsyess).


TAGS :