Tokoh
Bendesa Adat Peliatan Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital di LPD: “Modernisasi Harus Memudahkan Masyarakat, aset capai Rp 522 Miliar
Senin, 24 November 2025
Bendesa adat Peliatan
Gianyar | Newsyess.com — Transformasi digital kini menjadi arus besar yang tidak bisa dihindari oleh lembaga keuangan desa. Bendesa Adat Peliatan, Cokorda Putra Wisnu Wardana, menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kemudahan akses masyarakat terhadap Lembaga Perkreditan Desa (LPD).
Menurutnya, digitalisasi merupakan keniscayaan yang membawa peluang besar apabila dikelola dengan bijak. Dengan sistem layanan berbasis teknologi — seperti akses informasi melalui akun resmi LPD hingga penggunaan ATM — masyarakat kini dapat memantau perkembangan lembaga serta mendapatkan pelayanan lebih cepat dan efisien.
“Adaptasi terhadap kemajuan teknologi tentu berdampak pada kemudahan akses ke LPD. Informasi lebih jelas, proses lebih sederhana, dan masyarakat bisa mengakses data langsung melalui platform resmi LPD. Ini akan menjadi daya tarik sekaligus meningkatkan kedekatan krama adat dengan LPD,” jelasnya.
Edukasi Digital Berlangsung Di Setiap Forum Masyarakat
Meski begitu, tidak seluruh masyarakat sudah terbiasa menggunakan layanan digital. Untuk menjembatani hal tersebut, edukasi dilakukan secara bertahap melalui berbagai forum dan pertemuan adat tanpa batasan formal.
“Tidak semua masyarakat paham digital. Karena itu, di setiap pertemuan kita terus memberikan informasi. LPD memang wajib memberi edukasi. Sekarang ATM dan kartu transaksi sudah dimanfaatkan oleh krama yang terbiasa menggunakan layanan digital seperti di bank-bank umum,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat semakin terbuka memanfaatkan teknologi untuk menunjang pelayanan keuangan dan kesejahteraan keluarga.
“Kami harapkan masyarakat mulai membuka diri terhadap teknologi, karena kemudahan yang ditawarkan akan menjadi bagian dari peningkatan perekonomian keluarga.”
Aset Melesat: Dari Rp 400 Miliar Menjadi Hampir Rp 522 Miliar
Pertumbuhan aset LPD Peliatan disebut mengalami perkembangan luar biasa. Dari kisaran Rp 400 miliar, kini aset hampir mencapai Rp 522 miliar, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Respon krama terhadap layanan dan inovasi yang dikembangkan LPD juga disebut sangat positif. Cokorda Putra Wisnu Wardana menyebut, beberapa inovasi bahkan lahir dari masukan masyarakat.
Salah satunya adalah inisiatif menghadirkan pajangan karya seni lukis khas Peliatan di interior kantor LPD sebagai ruang apresiasi dan sarana promosi bagi para seniman lokal.
“LPD adalah milik masyarakat. Karena itu ada masukan agar interior LPD dapat menampilkan lukisan-lukisan karya seniman Peliatan. Beberapa masyarakat bahkan siap meminjamkan lukisannya untuk dipajang secara bergilir. Ini sangat bagus sebagai bentuk promosi budaya dan jati diri desa.”
Program ini sedang digodok sebagai inovasi layanan, sekaligus memperkuat spiritual dan seni budaya yang menjadi identitas Desa Adat Peliatan.
Pesan untuk Pengurus LPD: Transparan dan Akuntabel
Di akhir wawancara, Bendesa Adat Peliatan menyampaikan pesan tegas kepada seluruh jajaran pengurus LPD.
“Prinsip transparan dan akuntabel harus menjadi pegangan utama. Kinerja LPD dipertanggungjawabkan kepada desa adat sebagai pemilik lembaga. Ketika prinsip ini dijaga, LPD akan semakin dicintai masyarakat.”
Ia optimistis bahwa ke depan, semakin banyak masyarakat yang sebelumnya mengandalkan bank umum akan beralih menggunakan LPD sebagai lembaga keuangan utama mereka.
LPD sebagai Penjaga Ekonomi Berbasis Krama Adat
Melalui komitmen digitalisasi, pelayanan edukatif, inovasi budaya, dan prinsip pengelolaan yang bertanggung jawab, LPD Peliatan diharapkan tidak hanya menjadi lembaga keuangan desa, tetapi juga motor kesejahteraan krama adat dan wahana pelestarian identitas budaya Peliatan.
(Tim Newsyess)
TAGS :