Desa Adat
Cokorda Putra Wisnu Wardana, Bendesa Adat Peliatan Apresiasi Keberhasilan LPD Atasi Kredit Macet Lewat Pendekatan Humanis
Rabu, 03 Desember 2025
Lpd desa adat peliatan
Peliatan, Gianyar | Newsyess.com — Bendesa Adat Peliatan, Cokorda Putra Wisnu Wardana, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keberhasilan LPD Desa Adat Peliatan dalam menekan angka kredit macet melalui pola pendekatan yang dinilai lebih humanis, personal, dan efektif. Keberhasilan ini diraih lewat sinergi kuat antara pengurus LPD, badan pengawas, serta dukungan penuh dari masyarakat (krama) sebagai pemilik lembaga.
Menurut Cokorda Putra Wisnu Wardana, langkah membangun komunikasi langsung dengan nasabah bermasalah menjadi kunci keberhasilan. Jika sebelumnya nasabah dipanggil ke kantor LPD dan menimbulkan rasa segan, kini LPD justru mendatangi langsung ke rumah nasabah, membuka ruang dialog yang lebih hangat dan saling menghormati.
Pendekatan Humanis Jadi Kunci: “Mereka Merasa Dihargai dan Memiliki LPD”
Cokorda Putra menjelaskan bahwa upaya ini merupakan kolaborasi yang erat antara perjuruh (pengurus LPD) dan badan pengawas, yang secara bersama-sama menemui nasabah kredit macet untuk mencari jalan keluar.
“Kami mengunjungi mereka secara manusiawi, sehingga mereka merasa dihargai. Dengan pendekatan hati ke hati, mereka jauh lebih terbuka untuk berdiskusi dan mencari penyelesaian terbaik,” ujar Bendesa Adat Peliatan.
Dalam proses tersebut, LPD Peliatan juga memberi pertimbangan-pertimbangan khusus, seperti pengurangan suku bunga berdasarkan kemampuan nasabah, serta penghapusan kebijakan memberatkan seperti penggabungan bunga ke pokok pinjaman.
“Sebelum macet, para nasabah ini sudah banyak berkontribusi kepada LPD. Jadi kami memberi ruang keringanan agar mereka bisa menyelesaikan kewajibannya tanpa tekanan yang berlebihan,” tambahnya.
Capaian Signifikan: Kredit Macet Turun, Jadwal Penanganan Sudah Disusun
Saat ini, total kredit macet yang masih tersisa mencapai sekitar Rp14 miliar. Bendesa Adat Peliatan optimistis target penyelesaian kredit bermasalah hingga Jero Mesak 2026 dapat diwujudkan.
Untuk itu, pengurus dan badan pengawas telah menyusun jadwal intensif untuk mendatangi nasabah, terutama debitur besar. Sementara kredit macet kecil di bawah Rp100 juta ditangani langsung oleh bagian kredit dengan pendekatan personal yang sama.
Ucapan Terima Kasih kepada Krama: “Tanpa Masyarakat, LPD Tidak Akan Pernah Besar”
Cokorda Putra Wisnu Wardana juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang perlahan mulai menunjukkan kesadaran tinggi untuk melunasi kewajiban setelah dibina dan diedukasi oleh pengurus LPD.
“Kesadaran ini muncul karena mereka memahami bahwa LPD adalah milik desa adat, milik krama sendiri. Tanpa dukungan masyarakat, LPD tidak akan pernah maju sebesar sekarang,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan ternyata membuahkan hasil signifikan karena nasabah merasa dihampiri dengan cara yang baik, bukan ditekan. Ini mendorong munculnya rasa memiliki terhadap LPD dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Harapan untuk Pengurus LPD: Transparansi dan Semangat Kerja Harus Dijaga
Di akhir penyampaiannya, Bendesa Adat Peliatan memberikan pesan khusus kepada para pengurus LPD.
“Kami berharap pengurus terus bekerja dengan semangat, menjaga motivasi, dan selalu mengedepankan transparansi serta akuntabilitas. Kepercayaan krama harus dijaga,” katanya.
Dengan keberhasilan metode pendekatan humanis ini, LPD Peliatan kini menjadi contoh bagaimana lembaga keuangan adat dapat berkembang dengan tetap mengutamakan nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan kedekatan sosial dengan masyarakat.
(Tim Newsyess)
TAGS :