Tokoh
Dongkrak Kepercayaan Masyarakat: LPD Desa Adat Peliatan Gaspol Transformasi Digital untuk Perkuat Layanan pada Masyarakat
Selasa, 25 November 2025
Lpd desa adat peliatan
Gianyar | Newsyess.com — Transformasi digital kini menjadi pondasi penting dalam penguatan lembaga keuangan berbasis adat di Bali. Hal ini tampak nyata di LPD Desa Adat Peliatan, yang sukses meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui berbagai inovasi layanan digital — mulai dari ADM (Anjungan Digital Mandiri) hingga Mobile Banking MPC LPD.
Pengawas LPD Desa Adat Peliatan, I Dewa Nyoman Oka, SE, menegaskan bahwa teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mutlak agar LPD mampu bersaing di era modern.
“Generasi muda kini memanfaatkan Mobile Banking, sedangkan krama yang lebih tua mengandalkan ADM. Dua layanan ini saling melengkapi. Teknologi bukan menggantikan manusia, tetapi mempermudah kehidupan,” ujarnya.
ADM & Mobile Banking Tingkatkan Kemudahan dan Akurasi Layanan
Kehadiran ADM tak hanya menawarkan kemudahan penarikan dana, namun juga menjadi ruang aktivitas transaksi bagi masyarakat senior yang belum terbiasa dengan layanan digital berbasis aplikasi.
Sementara Mobile Banking MPC LPD peliatan memberi fleksibilitas penuh bagi generasi muda yang menginginkan layanan cepat hanya melalui ponsel.
Teknologi juga diterapkan pada sistem penabungan melalui kolektor. Setiap petugas PKWG kini dibekali HP untuk mencatat transaksi secara realtime tanpa manual tulis.
“Ini meminimalisir kesalahan. Jika ada komplain atau selisih, sistem langsung mendeteksi di hari yang sama,” jelas Dewa Oka.
Transformasi Digital Bukan Pilihan, Melainkan Keharusan
Menurut Dewa Oka, semua LPD di Bali perlu menjawab tantangan zaman melalui adaptasi digital yang sistematis.
“Kita mau tidak mau berpacu. Semua LPD sekarang harus mengarah ke digital. Teknologi harus tersedia, dan masyarakat harus bisa memanfaatkannya sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan efektif, mulai tahun depan pengawas dan pengurus LPD akan melakukan sosialisasi teknologi setiap bulan ke seluruh banjar.
Kolaborasi Antar-LPD, Kunci Penguatan Ekosistem
Untuk mempercepat peningkatan standar layanan, LPD Peliatan menggagas forum berbagi pengalaman antar-LPD di Gianyar.
“Apapun masalah di LPD lain bisa dibahas di forum. Kita saling bantu, saling memberikan solusi. Tidak ada lembaga yang maju sendirian,” katanya.
LPD Peliatan juga rutin melakukan studi banding ke LPD maju sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem internal.
Pengusaha Lokal Mulai Alihkan Pinjaman ke LPD
Salah satu indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat adalah masuknya pengusaha-pengusaha lokal menjadi nasabah inti LPD.
“Mereka dulu banyak pinjam di bank umum. Sekarang mereka mulai percaya ke LPD. Mereka melihat kinerja, transparansi, pengawasan ketat, dan perubahan sistem yang jauh lebih modern,” jelas Dewa Oka.
Dibalik kemajuan ini, menurutnya ada satu rahasia penting:
“LPD akan kuat kalau timnya kuat pengurus, pengawas, dan tokoh-tokoh adat yang mendukung. Keberhasilan bukan milik satu orang, tapi kolaborasi,” tegasnya.
Baca juga:
Presiden Prabowo Gelar Rapat Darurat di Hambalang: Mafia Hutan dan Tambang Ilegal Akan Disikat Habis
Pesan untuk LPD Se-Bali
Di akhir wawancara, Dewa Oka menyampaikan pesan untuk seluruh pengurus dan pengawas LPD di Bali.
“Mari kita saling dukung, saling berbagi informasi, dan jangan pernah membiarkan satu LPD berjalan sendiri. Kita sudah punya web dan WA grup, gunakan untuk komunikasi cepat agar setiap masalah cepat mendapat solusi.”
Transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan LPD, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat. Dengan teknologi, transparansi, dan sinergi antar-LPD, LPD Desa Peliatan Adat membuktikan bahwa lembaga tradisional mampu melaju seiring zaman tanpa meninggalkan identitas sosial dan budaya Bali. (Tim Newsyess)
TAGS :