Tokoh

Empat Tokoh di Balik Lahirnya Sidan Heritage Festival: Menggugah Warisan, Menjaga Budaya, Membangun Masa Depan Desa

 Jumat, 05 Desember 2025

Tokoh di balik sidan heritage festival

Newsyess.com, Gianyar. 

Gianyar | Newsyess.com  — Di balik gemerlap panggung budaya, alunan gamelan, dan semangat warga yang menyala di setiap sudut Desa Sidan, berdiri empat tokoh penggagas yang menanamkan mimpi besar bagi tanah kelahiran mereka. Mereka adalah Wayan Dumia, I Made Sukra Suyasa, S.Sos., NL.P., CPM selaku Perbekel Desa Sidan, I Wayan Sujigra selaku Bendesa Adat Sidan, serta I Gusti Kompyang Puja selaku Ketua BPD Desa Sidan.

Merekalah arsitek gagasan yang kemudian menjelma menjadi sebuah gerakan budaya: Sidan Heritage Festival sebuah festival yang bukan hanya merayakan seni, tetapi membangunkan kembali warisan leluhur yang selama ini “tertidur” dalam sunyi.

Awal Mula Gagasan: Dibangunkan oleh Generasi Muda

Benih ide ini tumbuh pada saat sekelompok mahasiswa yang sedang menjalani kegiatan KKN di Desa Sidan tinggal selama 40 hari di desa tersebut. Melalui observasi budaya, interaksi dengan masyarakat, dan riset lapangan, mereka menggali pertanyaan mendasar: apa yang menjadi kekuatan warisan Desa Sidan yang layak diangkat sebagai identitas dan brand budaya?

Dari sinilah lahir konsep Sidan Heritage warisan budaya dan sejarah yang selama ini masih tersembunyi, belum tersentuh secara utuh. “Heritage itu warisan. Warisan budaya leluhur ini masih tidur, dan tugas kita adalah membangunkannya,” ujar salah satu penggagas.

Festival Berjenjang dengan Tema yang Terukur

Inisiatif besar ini kemudian dikemas dalam festival berkelanjutan selama tiga tahun, dengan tema berbeda yang saling melengkapi:

1. Sidan Heritage Festival 2024
   Tema: “Hidupkan Warisan Sidan”
   Tahun pertama difokuskan pada membangunkan kembali kesadaran sejarah dan budaya lokal.

2. Sidan Heritage Festival 2025
   Tema: “Rakserumakse” — Menjaga dan Dijaga
   Filosofi Rakserumakse dipecah menjadi tiga dimensi:

   * Rumakse Ibu Pertiwi — pelestarian lingkungan
   * Rumekso Adi Budaya — pemuliaan adat, seni, dan budaya
   * Rumakse Rase Kreatif — pemberdayaan kreativitas dan UMKM lokal

3. Sidan Heritage Festival 2026
   Tema: “Sidesidanindon”
   Tahun pemantapan, di mana keberhasilan tidak hanya dihitung dari kegiatan fisik, tetapi juga perubahan mindset masyarakat menuju pariwisata berkelanjutan.

Membangun dengan Anggaran Desa, Bukan Sponsor

Salah satu tantangan terbesar adalah pendanaan. Sponsorship sulit diperoleh karena belum ada bukti konkret mengenai potensi “return value” dari festival. Karena itu, pemerintah desa mengambil keputusan berani: menganggarkan dana desa secara penuh sebagai investasi masa depan.

“Ini bukan buang-buang uang. Ini investasi jangka panjang untuk menjadikan Sidan sebagai desa wisata yang mandiri,” jelas Perbekel I Made Sukra Suyasa.

Peran Adat: Jiwa yang Menjadi Penggerak

Dalam setiap proses dan pelaksanaan festival, peran desa adat menjadi kunci utama. Adat menjadi “leading sector”, sebab di sanalah budaya lahir, tumbuh, dan diwariskan.

Festival ini menghadirkan penampilan tari, gamelan, gong, hingga ritual yang terintegrasi dengan kegiatan adat, termasuk mendukung semangat warga dalam menjaga warisan budaya desa.

Tujuan Besar: Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

Pada akhirnya, tujuan utama Sidan Heritage Festival adalah membangun pariwisata berbasis budaya lokal. Dengan festival yang konsisten, berkonsep, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, Sidan diharapkan menjadi destinasi baru yang mengangkat ekonomi warga secara langsung.

UMKM menjadi bagian penting di dalamnya dari kuliner, kerajinan, hingga usaha rumahan. Ke depan, mereka berencana mengundang travel agent, ASITA, dan pelaku pariwisata lainnya melalui table top meeting untuk membuka pasar desa wisata Sidan secara lebih luas.

Harapan Para Penggagas

Para tokoh penggagas menginginkan festival ini tidak berhenti pada tiga tahun pelaksanaan, tetapi menjadi gerakan budaya yang terus hidup. Mereka ingin dampak ekonominya terukur: peningkatan pendapatan UMKM, bertambahnya aktivitas ekonomi masyarakat, serta semakin kuatnya identitas budaya Sidan.

“Kita tak ingin hanya bicara retorika. Kita ingin bicara data. Tahun depan akan terlihat berapa persen kenaikan UMKM dibanding tahun ini. Dari sana kita bisa menyusun strategi baru,” tegas salah satu penggagas.

Namun mereka sadar, perjalanan ini melelahkan melewati proses merintis, berkorban waktu, pikiran, dan tenaga.

“Di awal merintis pasti babak belur. Tapi kalau tidak mau bergerak, kapan kita akan sampai?” ujarnya.

Sidan, Desa yang Tengah Bangkit

Sidan Heritage Festival bukan sekadar sebuah acara. Ia adalah gerakan kebudayaan, gerakan sosial, dan gerakan ekonomi. Ia adalah kesadaran baru bahwa warisan leluhur bukan untuk disimpan, tetapi untuk dihidupkan kembali sebagai cahaya masa depan.

Melalui tangan empat tokoh penggagas ini dengan dukungan adat, pemerintah desa, anak muda, dan masyarakat Sidan kini tengah menapaki jalan menuju desa wisata budaya yang berkelanjutan.

Dan perjalanan besar ini baru saja dimulai.
(Tim Newsyess)


TAGS :