Tokoh

Kombes (Purn) Ketut Arta: Pelantikan Manggala Utama Jadi Energi Baru Penguatan Pecalang Bali

 Selasa, 03 Maret 2026

Kombes (Purn) Ketut Arta tim hukum mda

Newsyess.com, Denpasar. 

Denpasar | Newsyess.com – Pelantikan Manggala Utama Pecalang Bali dinilai membawa energi baru bagi penguatan sistem pengamanan adat di Pulau Dewata. Hal tersebut disampaikan Kombes (pur) Drs, I Ketut Arta, SH,. M, H, Selaku tim Hukum MDA Provinsi Bali yang menilai momentum ini sangat strategis untuk mendorong profesionalitas dan semangat pecalang di seluruh Bali.

Menurutnya, figur  Utama, Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya, yang baru dilantik memiliki kapasitas kuat untuk memperkuat barisan pecalang. Terlebih, latar belakang beliau sebagai Brigadir Jenderal (Purn) dinilai menjadi modal penting dalam membangun sistem koordinasi yang lebih solid.

“Pelantikan ini sangat bagus. Ini menjadi semangat baru karena beliau memiliki rekam jejak yang kuat dan sangat mensupport pecalang di seluruh Bali,” ujar  Ketut Arta.

Sekitar 25 Ribu Pecalang Jadi Kekuatan Besar

Ia mengungkapkan, jumlah pecalang di Bali diperkirakan mencapai kurang lebih 25 ribu personel yang tersebar di berbagai desa adat. Dengan kekuatan sebesar itu, diperlukan pola koordinasi yang rapi dan berjenjang.

Menurutnya, mekanisme komando akan berjalan melalui struktur organisasi dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa adat.

“Koordinasi dilakukan secara berjenjang sesuai birokrasi. Dengan begitu perintah dari pimpinan bisa sampai kepada pecalang di tingkat bawah,” jelasnya.

Selain melalui jalur struktural, komunikasi juga dapat diperkuat melalui pemanfaatan media sosial, instruksi tertulis, maupun komunikasi langsung antar personel.

Peluang Inovasi di Bawah Kepemimpinan Baru

Kombes Ketut Arta melihat kepemimpinan baru membuka ruang lahirnya berbagai inovasi dalam penguatan pecalang. Pengalaman di bidang keamanan formal diharapkan dapat dikolaborasikan dengan sistem pengamanan berbasis adat Bali.

“Dengan pengalaman beliau menjaga kamtibmas, jika dikolaborasikan dengan pengamanan adat, tentu akan menambah wawasan dan menyempurnakan sistem pecalang,” katanya.

Imbauan: Jalankan Tugas dengan Santun

Dari perspektif hukum, ia juga mengingatkan agar seluruh pecalang menjalankan tugas sesuai fungsi dan tidak keluar dari koridor adat maupun ketentuan hukum.

Ia menekankan pentingnya sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami menghimbau pecalang melaksanakan tugas sesuai devosi, tidak arogan, dan tetap santun. Dengan begitu masyarakat akan merasa terlindungi dan terayomi,” tegasnya.

Menurutnya, karakter pecalang harus tetap mencerminkan nilai luhur adat Bali yang menjunjung tinggi etika, kesopanan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Wacana Apel Akbar Pecalang Se-Bali

Lebih jauh,  Ketut Arta juga membuka peluang digelarnya pertemuan atau apel akbar pecalang se-Bali sebagai ajang memperkuat soliditas.

Ia berharap momentum tersebut dapat menghadirkan pecalang dari seluruh wilayah Bali.

“Mudah-mudahan nanti pecalang seluruh Bali bisa hadir sebanyak-banyaknya, sehingga terlihat rasa persatuan, kesatuan, dan kebersamaan,” ujarnya.

Dengan pelantikan kepemimpinan baru ini, diharapkan pecalang Bali semakin profesional, terkoordinasi dengan baik, serta tetap mengedepankan kearifan lokal dalam menjaga keamanan dan ketertiban berbasis adat. (Tim Newsyess)


TAGS :