Wisata
Launching “Pada Wareg Villa Ubud”, Perpaduan Alam, Budaya, dan Ketenangan Resmi Dibuka
Senin, 06 April 2026
Lauching Villa pada Wareg
GIANYAR | Newsyesa.com – Destinasi akomodasi baru berbasis alam resmi hadir di kawasan Tampaksiring Ubud dengan diluncurkannya Pada Wareg Villa Ubud, milik I Wayan Tagel Winarta. Peresmian vila ini dilakukan bertepatan dengan hari baik Some Ribek, yang dipercaya sebagai momentum hari yang tepat untuk memulai sebuah usaha, sekaligus dirangkaikan dengan upacara adat seperti Melaspas, , dan lainnya.
I Wayan Tagel Winarta selaku owner menjelaskan bahwa pembangunan vila ini telah melalui proses panjang selama kurang lebih dua tahun. Seluruh rangkaian upacara dilakukan sebagai bentuk penyucian dan rasa syukur sebelum vila resmi dibuka untuk umum.
“Karena hari ini bertepatan dengan Soma Ribek yang diyakini sebagai hari baik untuk memulai usaha, sekaligus semua bangunan sudah selesai, maka kami laksanakan upacara. Artinya, hari ini vila sudah siap menerima tamu, baik lokal maupun mancanegara,” ujarnya.
Konsep Alam yang Menyatu dengan Budaya
Pada Wareg Villa Ubud mengusung konsep utama “kembali ke alam”. Dalam proses pembangunannya, pihak pengelola berupaya menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak menebang banyak pohon, bahkan mempertahankan keberadaan tanaman buah dan vegetasi alami di sekitar lokasi.
Konsep ini dipadukan dengan arsitektur tradisional Bali, sehingga menghadirkan suasana yang tenang, nyaman, dan autentik bagi para tamu. Pengunjung diharapkan dapat merasakan pengalaman yang berbeda, jauh dari hiruk pikuk, sekaligus menikmati keindahan alam khas Bali khususnya Tampaksiring.
“Konsepnya memadukan rumah tradisional dengan alam. Tamu bisa benar-benar merasa tenang, nyaman, dan menikmati suasana yang mungkin tidak mereka temukan di tempat lain,” jelasnya.
Filosofi “Pada Wareg”
Nama “Pada Wareg” memiliki makna filosofis yang mendalam. Nama tersebut diberikan oleh pengelinsir puri di Pejeng, yang mengandung arti kebersamaan dalam menikmati kebahagiaan dan ketenangan.
“Pada Wareg itu artinya sama-sama merasakan kebahagiaan, bukan hanya pemilik, tetapi juga tamu yang datang atau menginap. Semua bisa menikmati keindahan dan kenyamanan alam di sini,” imbuhnya.
Berawal dari Restoran, Kini Bertransformasi Jadi Vila
Awalnya, lokasi ini dirancang sebagai restoran dan tempat rekreasi. Namun karena keterbatasan lahan parkir yang tidak memungkinkan untuk menampung kendaraan dalam jumlah besar seperti bus, konsep tersebut kemudian dialihkan menjadi vila.
Menurutnya, perubahan ini justru lebih relevan dengan tren pariwisata saat ini yang lebih fleksibel, di mana wisatawan banyak menggunakan transportasi daring sehingga tidak membutuhkan lahan parkir luas.
Selain itu, kawasan ini juga menawarkan aktivitas tambahan seperti tubing, yang diharapkan menjadi daya tarik pendukung bagi para tamu.
Optimisme di Tengah Tantangan Global
Di tengah situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik di sejumlah wilayah dunia, pihak pengelola tetap optimistis terhadap sektor pariwisata Bali.
“Walaupun dunia sedang tidak baik-baik saja, kami yakin Bali tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman. Justru kami percaya Bali akan tetap menjadi pilihan utama wisatawan dari berbagai negara,” ungkapnya.
Siap Sambut Wisatawan Lokal dan Mancanegara
Pada tahap awal, Pada Wareg Villa Ubud telah menyiapkan lebih dari 10 unit kamar yang siap digunakan. Ke depan, pengembangan masih terbuka luas, bahkan berpotensi menjadi resort, tergantung pada tingkat permintaan pasar.
Meski masih tergolong baru di industri perhotelan, pihak pengelola mengaku optimis dengan mengandalkan pengalaman serta kekuatan konsep lokal yang unik.
“Yang kami jual adalah keunikan Bali—alam, budaya, dan suasana. Itu yang tidak dimiliki tempat lain,” tegasnya.
Harapan untuk Masyarakat
Di akhir penyampaiannya, I Wayan Tagel Winarta mengajak masyarakat sekitar untuk turut mendukung keberadaan vila ini, baik dengan menjaga lingkungan maupun berpartisipasi dalam peluang kerja.
Ia juga menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata Bali.
“Mari kita jaga kebersihan, baik di rumah maupun lingkungan. Dengan sinergi masyarakat dan pemerintah, Bali akan tetap menjadi destinasi yang layak dikunjungi,” pungkasnya. (Tim Newsyess)
TAGS :