Tokoh

LPLPD Bangli Berencana akan Gelar Pelatihan untuk 70 Pengurus dan Pegawai Baru LPD

 Jumat, 22 Agustus 2025

Lplpd kabupaten bangli

Newsyess.com, Bangli. 

Bangli | Newsyess.com – Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPLPD) Kabupaten Bangli berencana melaksanakan pelatihan bagi 70 pengurus dan pegawai baru LPD pada bulan September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rutin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan LPD di Bangli.

Koordinator LPLPD Kabupaten Bangli, I Gusti Ngurah Sandinata, SE, menjelaskan bahwa pelatihan ini ditujukan bagi pengurus maupun pegawai baru yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa. Materi akan difokuskan pada standarisasi pengelolaan LPD, baik dari sisi administrasi, pemukuan , hingga kesehatan LPD.

“Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM pengelola. Jika kualitas meningkat, maka kinerja LPD juga akan semakin baik dan keberadaannya semakin diterima masyarakat,” ujar Sandinata.

Rutin Digelar Setiap Tahun

Pelatihan LPD di Bangli dilaksanakan secara rutin setiap tahun, dengan dukungan anggaran dari dana pemberdayaan LPD Bali sebesar 5 persen yang dibagikan ke masing-masing kabupaten. Narasumber pelatihan berasal dari kalangan praktisi LPD, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Selain pelatihan reguler, LPLPD Bangli juga mengadakan Bimbingan Teknis (BINTEK) yang lebih spesifik, misalnya terkait penyusunan rencana kerja serta rencana anggaran pendapatan dan belanja LPD.

Program Penguatan LPD Stagnan

Selain melatih pengurus baru, LPLPD Bangli juga menjalankan program penguatan LPD yang mengalami stagnasi maupun kesulitan operasional. Tim penguatan dibentuk dengan melibatkan pengurus BKS LPD Kabupaten Bangli, yang turun langsung ke desa adat.

Salah satu contoh terbaru adalah pendampingan terhadap LPD Bukit Sari dan LPD Kubu Salie. Di wilayah tersebut, tantangan terbesar adalah kredit bermasalah dan kondisi geografis yang sulit dijangkau karena berada di perbatasan Bangli–Karangasem.

“Kami sudah turun langsung, menyampaikan kepada prajuru desa adat dan pengurus LPD agar lembaga bisa bangkit kembali. Dukungan desa adat sangat penting dalam proses ini,” jelas Sandinata.

Kondisi LPD di Bangli

Saat ini, Bangli memiliki 159 LPD, dengan 5–7 LPD masih tergolong belum berkembang. Kendala utamanya adalah keterbatasan SDM pengelola dan kondisi lingkungan desa adat, misalnya jumlah kepala keluarga yang sedikit atau lokasi terpencil.

Namun, Sandinata optimis bahwa melalui program pelatihan dan pendampingan rutin, seluruh LPD di Bangli akan mampu beroperasi dengan baik pada 2026.

Harapan ke Depan

Lebih jauh, Sandinata menegaskan bahwa tujuan utama keberadaan LPD bukan semata mencari keuntungan, melainkan mensejahterakan krama desa adat.

“LPD diharapkan semakin bangkit sehingga dapat membantu meringankan beban desa adat dalam menjalankan tri hita karana. Mulai dari upacara keagamaan, pengabenan, hingga pembangunan infrastruktur, semuanya bisa didukung LPD. Yang terpenting, LPD harus tetap berpijak pada tujuan utamanya, yaitu mensejahterakan krama,” pungkasnya. (TimNewsyess)


TAGS :