Tokoh

Manggala Utama Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya: Pelantikan Pecalang Momentum Perkuat Tanggung Jawab dan Profesionalitas

 Selasa, 03 Maret 2026

Manggala utama pecalang Bali

Newsyess.com, Denpasar. 

Denpasar | Newsyess.com – Pengukuhan jajaran pecalang se-Bali menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem pengamanan adat berbasis desa adat. Manggala Utama Pecalang Bali, Brigjen Pol (Purn) Drs. Dewa Bagus Made Suharya, menegaskan bahwa pelantikan hari ini di lakukan  langsung oleh Bandesa Agung, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet, ini bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan komitmen pengabdian pecalang kepada adat, budaya, dan masyarakat Bali.bertemapt di kantor MDA Provinsi Bali, Pada, Selasa, 2/3/2026 denpasar

Menurutnya, rangkaian pelantikan yang disertai prosesi spiritual (mejaya-jaya) menjadi penanda bahwa tugas pecalang ke depan harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.

“Dengan adanya pelantikan hari ini, ini bukan hanya acara seremonial semata. Apalagi sudah diperkuat dengan prosesi jaya-jaya secara niskala. Artinya, kita dalam bertugas tidak boleh main-main,” tegas Dewa Bagus Made Suharya.

Perwakilan Tiap Kabupaten

Ia menjelaskan, dalam pengukuhan kali ini setiap kabupaten/kota di Bali mengirimkan perwakilan pecalang.

“Kurang lebih setiap kabupaten ada sekitar 20 orang perwakilan yang hadir dalam pelantikan hari ini,” ungkapnya.

Kehadiran perwakilan tersebut diharapkan menjadi motor penggerak untuk memperkuat koordinasi pecalang hingga ke tingkat desa adat.

Sinergi MDA dan Pecalang Diperkuat

Terkait sinergi antara kebijakan Majelis Desa Adat (MDA) dengan pecalang di lapangan, Suharya menegaskan bahwa sistem organisasi sudah disusun secara berjenjang dan terstruktur.

Ia menggambarkan tata kelola pecalang seperti organisasi formal yang memiliki jalur komando jelas, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan dan desa adat.

“Secara organisasi sudah kita bentuk berjenjang. Dari provinsi, kabupaten/kota, sampai ke tingkat bawah. Dengan struktur ini, kebijakan dari MDA diharapkan bisa nyambung sampai ke pelaksana pecalang di lapangan,” jelasnya.

Tekankan Profesionalitas dan Pengabdian

Lebih jauh, Manggala Utama menaruh harapan besar agar seluruh pecalang mampu meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas pengamanan adat di wilayah masing-masing.

Ia menekankan bahwa pecalang bukan hanya simbol keamanan adat, tetapi juga penjaga marwah desa adat Bali.

“Harapan kami, pelantikan ini memberikan rasa tanggung jawab yang lebih luas kepada para pecalang untuk mampu bertugas sebaik-baiknya dalam menjaga taksu adat di desa adat masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas, disiplin, dan etika pelayanan harus terus dikedepankan agar kehadiran pecalang benar-benar dirasakan masyarakat.

Komitmen Jaga Bali Secara Sekala dan Niskala

Dengan struktur baru yang telah dikukuhkan, Suharya optimistis pecalang Bali akan semakin solid dalam menjaga keamanan berbasis kearifan lokal, terutama menjelang berbagai agenda adat dan keagamaan besar di Bali.

Ia menegaskan, pecalang harus bekerja secara profesional, terkoordinasi, dan tetap berlandaskan nilai-nilai adat Bali.

“Yang terpenting adalah bagaimana pecalang mampu menjalankan tugas dengan profesionalitas yang dibutuhkan, tetap berpegang pada adat, dan hadir memberi rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi energi baru bagi ribuan pecalang di Bali untuk semakin solid, sigap, dan berwibawa dalam menjaga ketertiban adat serta keharmonisan kehidupan masyarakat Bali. (Tim Newsyess)


TAGS :