Desa Adat
Meski Belum Diresmikan, Fasilitas Tunon Marga Sunia Desa Adat Timpag Sudah Digunakan Warga
Rabu, 08 April 2026
Lpd desa adat timpag tabanan
Tabanan | Newsyess.com – Meski belum diresmikan secara resmi, fasilitas kremasi “Tunon Marga Sunia” (TMS) merupakan milih Desa Adat Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, ternyata sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadiran fasilitas ini langsung mendapat respons positif dari krama yang membutuhkan solusi pengabenan yang lebih praktis dan terjangkau.
Pemucuk LPD Desa Adat Timpag, I Gusti Komang Sukarsana, mengungkapkan bahwa proses kremasi perdana telah dilaksanakan pada awal Maret 2026, bahkan sebelum peluncuran resmi dilakukan. Sejak saat itu, permintaan dari masyarakat terus berdatangan.
“Memang belum kami resmikan, tapi sudah ada masyarakat yang menggunakan. Bahkan jadwal ke depan juga sudah ada yang antre,” ujarnya saat ditemui.
Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas Tunon Marga Sunia saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Fasilitas utama telah melalui prosesi pelaspasan alit yang digelar pada Purnama Kesanga, 3 Maret 2026, menjelang Hari Raya Nyepi. Meski demikian, beberapa sarana pendukung masih dalam tahap penyempurnaan.
Layanan Sudah Berjalan, Meski Terbatas
Saat ini, layanan yang tersedia baru mencakup proses kremasi atau pembakaran jenazah. Sementara untuk penitipan jenazah masih dalam tahap perencanaan dan akan dibangun secara bertahap. Namun, fasilitas penitipan abu sudah tersedia bagi masyarakat.
“Untuk sementara kami layani kremasi dulu. Penitipan jenazah belum ada, tapi nanti akan kami bangun. Kalau penitipan abu sudah bisa,” jelasnya.
Walaupun belum beroperasi penuh, LPD tetap membuka layanan secara terbatas sambil menunggu kesiapan total fasilitas dan manajemen operasional.
Biaya Terjangkau, Proses Cepat
Salah satu daya tarik utama fasilitas ini adalah biaya yang relatif terjangkau. Untuk satu kali proses kremasi lengkap dengan pengurusan dasar, masyarakat dikenakan biaya sekitar Rp 29, 9 juta.
Selain itu, proses upacara juga bisa dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan metode konvensional, bahkan memungkinkan selesai dalam satu hari, tergantung kesiapan sarana upakara (banten).
“Kami sudah siapkan sekitar delapan kelompok yang membantu penyediaan banten, jadi prosesnya bisa lebih cepat dan efisien,” tambah Sukarsana.
Alternatif Tanpa Menghilangkan Tradisi
Ia menegaskan bahwa keberadaan Tunon Marga Sunia bukan untuk menggantikan tradisi pengabenan yang sudah ada, melainkan sebagai alternatif bagi masyarakat yang menginginkan proses lebih praktis.
“Tidak ada kewajiban. Krama bebas memilih, apakah tetap dengan cara tradisional atau menggunakan kremasi di sini,” tegasnya.
Menuju Operasional Penuh
LPD Desa Adat Timpag menargetkan fasilitas ini dapat beroperasi secara penuh setelah pelaksanaan upacara lanjutan seperti mecaru, yang direncanakan berlangsung sekitar Mei 2026.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi meski belum diresmikan, Tunon Marga Sunia diharapkan menjadi solusi nyata bagi krama dalam menjalankan upacara pengabenan yang lebih efisien, tanpa mengurangi makna spiritual dan adat istiadat yang dijunjung tinggi. (Tim Newsyess)
TAGS :