Politik

Partai Buruh Gelar Musda dan Muscab V di Sanur, Suyanta Terpilih Aklamasi, Nahkodai Partai Buruh Bali, Target Perkuat Basis Pekerja Menuju Pemilu 2029

 Selasa, 24 Februari 2026

Partai Buruh gelar Indonesia

Newsyess.com, Denpasar. 

Denpasar | Newsyess.com – Partai Buruh Provinsi Bali menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-5 tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Sanur, Denpasar, Selasa (24/2/2026). Agenda konsolidasi ini mendapat perhatian khusus dengan hadirnya Presiden Said Iqbal, sebagai bentuk dukungan langsung terhadap penguatan struktur partai di Bali.

Ketua Exco Provinsi Bali, I Made Suyanta, saat ditemui di sela kegiatan di Hotel Sindu Sanur, menegaskan bahwa Musda dan Muscab kali ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus menegaskan arah perjuangan partai yang tetap berakar pada kepentingan pekerja.

Menurutnya, target utama Partai Buruh Bali adalah memperkuat kepengurusan hingga mencapai 11 persen di delapan kabupaten dan satu kotamadya di Bali. Konsolidasi ini dipandang penting sebagai fondasi menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Target kami jelas, memperkuat struktur partai di seluruh Bali dan tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat pekerja,” tegas Suyanta.

Ia menambahkan, Partai Buruh Bali akan terus fokus pada isu-isu fundamental yang menyentuh kehidupan masyarakat pekerja, mulai dari persoalan pengupahan, sistem kontrak kerja, hingga perlindungan kesejahteraan buruh yang dinilai masih belum sepenuhnya berpihak kepada pekerja.

Dalam Musda dan Muscab tersebut, Partai Buruh juga menegaskan sejumlah agenda perjuangan, di antaranya penguatan sosialisasi partai, penolakan upah murah, dorongan pengesahan regulasi terkait perlindungan aset rakyat, serta konsolidasi menyeluruh menuju Pemilu 2029–2031.

Suyanta menilai kehadiran Presiden Partai Buruh menjadi suntikan moral yang besar bagi jajaran di Bali.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Presiden Partai Buruh. Ini bukti kepedulian beliau terhadap perjuangan kami di daerah dan terhadap nasib kaum pekerja,” ujarnya.

Ia menegaskan, Partai Buruh memandang mayoritas masyarakat pada dasarnya merupakan pekerja, baik di sektor formal maupun informal. Karena itu, partainya berkomitmen menjadi representasi aspirasi mereka.

“Sekitar 95 persen masyarakat itu kategori pekerja. Kami berdiri di belakang mereka untuk memperjuangkan upah yang layak, regulasi yang adil, dan kesejahteraan yang nyata,” imbuhnya.

Terkait masih maraknya praktik outsourcing di Bali, Suyanta mengakui bahwa penghapusan kebijakan tersebut membutuhkan kekuatan politik di parlemen. Karena itu, Musda kali ini juga diarahkan untuk memperkuat langkah partai agar mampu menembus parlemen pada pemilu mendatang.

“Mudah-mudahan setelah kita bisa masuk parlemen, pembahasan soal outsourcing bisa lebih maksimal bersama pemerintah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Partai Buruh Bali juga menegaskan komitmennya sebagai partai pendukung pasangan Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta pada Pilkada 2024. Suyanta menilai kinerja kepemimpinan keduanya selama setahun terakhir sudah berjalan cukup baik.

“Bagi kami, apa yang dilakukan Pak Koster dan Pak Giri sudah maksimal. Kalaupun ada yang perlu dikoreksi, tentu akan kami sampaikan melalui audiensi demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Meski demikian, Partai Buruh tetap membuka ruang mediasi terhadap berbagai keluhan pekerja di lapangan, termasuk sektor pariwisata seperti sopir travel yang masih menyuarakan tuntutan hak.

Ke depan, melalui hasil Musda dan Muscab V ini, Partai Buruh Bali berharap dapat semakin solid sebagai kekuatan politik yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan masyarakat pekerja.

“Harapan kami sederhana, bagaimana masyarakat Bali benar-benar merasakan kesejahteraan. Itu yang akan terus kami dorong dalam empat tahun ke depan,” tutup Suyanta.
(Tim Newsyess)


TAGS :