Tokoh
Petajuh Penyarikan I Dr. Drs. Arya Bagiastra: Pecalang Garda Terdepan Jaga Bali Jelang Nyepi
Selasa, 03 Maret 2026
Petajuh Penyarikan I Dr. Drs. Arya Bagiastra: Pecalang Garda Terdepan Jaga Bali Jelang Nyepi
Denpasar | Newsyess.com – Pengukuhan struktur pecalang Bali dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat benteng adat dan budaya Pulau Dewata. Petajuh Penyarikan I, Dr. Drs. Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H., M.M., MBA, menegaskan bahwa pecalang harus tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga Bali, baik secara sekala maupun niskala.bertempat di Kantor MDA Provinsi Bali pada, Selasa, 2/3/2026
Menurutnya, prosesi pengukuhan yang dilaksanakan hari ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung makna penguatan spiritual dan kelembagaan bagi pecalang di seluruh Bali.
“Dengan adanya pengukuhan hari ini dan dijaya-jaya secara niskala, ke depan pecalang harus menjadi garda terdepan untuk mengamankan Bali, memperkuat Bali, dan menjaga Bali,” tegas Arya Bagiastra.
Perkuat Desa Adat untuk Kokohkan Bali
Ia menekankan bahwa kekuatan Bali sesungguhnya bertumpu pada kokohnya desa adat. Karena itu, penguatan pecalang harus berjalan seiring dengan penguatan lembaga desa adat sebagai basis pertahanan budaya.
Menurutnya, menjaga dresta Bali dan Trisi Adat Budaya merupakan tugas kolektif yang tidak bisa ditawar.
“Kalau desa adat kuat, otomatis Bali akan kuat. Yang harus kita jaga adalah dresta Bali dari berbagai pengaruh yang dapat menggerus nilai-nilai adat dan budaya,” ujarnya.
Pengamanan Nyepi Mengacu Edaran MDA
Menjelang Hari Raya Nyepi, Arya Bagiastra memastikan sistem pengamanan akan berjalan sesuai mekanisme adat yang berlaku. Ia menyebut akan ada surat edaran dari Majelis Desa Adat (MDA) yang menjadi pedoman bagi desa adat di seluruh Bali.
“Nanti akan ada arahan melalui edaran dari Majelis Desa Adat, kemudian diteruskan oleh desa adat masing-masing untuk pengamanan di wilayahnya,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, koordinasi pengamanan Nyepi diyakini tetap berjalan tertib, terstruktur, dan berbasis kearifan lokal.
Satu Komando untuk Seluruh Pecalang
Terkait upaya menjaga semangat pecalang, Arya Bagiastra menegaskan pentingnya prinsip satu komando di bawah Manggala Utama. Ia menyebut sistem komando tunggal akan memastikan soliditas dan efektivitas gerakan pecalang.
“Semua harus satu komando. Tidak bisa banyak komando. Apa yang menjadi arahan pimpinan harus dijalankan oleh seluruh pecalang, dari provinsi sampai tingkat bawah,” tegasnya.
Ia menilai dengan komando yang solid, koordinasi sekitar ribuan pecalang di Bali akan berjalan lebih efektif dan terukur.
Pesan: Jaga Bali dengan Santun dan Tegas
Menutup pernyataannya, Arya Bagiastra menyampaikan pesan moral kepada seluruh pecalang agar tetap mengedepankan semangat pengabdian dalam menjaga Bali.
Ia mengajak seluruh pecalang menjaga adat, tradisi, dan budaya Bali dengan sikap santun namun tetap tegas dalam menjalankan tugas.
“Pesan saya singkat: mari kita bersama-sama menjaga Bali. Pecalang harus tetap berada dalam komando, bekerja dengan baik, dan menjaga adat budaya Bali,” pungkasnya.
Baca juga:
Polda Bali Perkuat Sinergi Pariwisata Nusa Penida Lewat Sosialisasi Perizinan dan Aksi Bersih Pantai
Dengan penguatan struktur dan komando yang semakin solid, pecalang Bali diharapkan semakin siap menghadapi tantangan ke depan, khususnya dalam menjaga ketertiban adat menjelang Hari Raya Nyepi dan momentum budaya lainnya.
(Tim Newsyess)
TAGS :