Ekonomi
RAT ke-XXIII KSP Surya Mandiri Berlangsung Sukses, Aset Tumbuh 25 Persen dan Anggota Tembus 3.337 Orang
Kamis, 22 Januari 2026
Ksp Surya mandiri gelar rat
Gianyar | Newsyess.com — Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXIII Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Surya Mandiri Tahun Buku 2025 yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026, berlangsung lancar, demokratis, dan penuh antusiasme anggota. Forum tertinggi koperasi tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk mendorong penguatan tata kelola dan peningkatan manfaat bagi anggota di tahun-tahun mendatang.
RAT dihadiri langsung oleh Ketua Dekopinwil Bali, jajaran Dekopinda Kabupaten Gianyar, pengurus, pengawas, serta seluruh elemen penting koperasi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi penegas komitmen bersama dalam membangun koperasi yang sehat, berdaya saing, dan berpihak pada kepentingan anggota.
Antusiasme Anggota Tinggi, RAT Pengurus Diterima
Ketua KSP Surya Mandiri, I Kadek Hadi Sumarna, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan RAT ke-23 ini mencerminkan tingginya etos dan kesadaran anggota dalam berkoperasi. Seluruh laporan pertanggungjawaban pengurus Tahun Buku 2025 diterima oleh anggota tanpa catatan berarti.
“Antusiasme anggota sangat luar biasa. Ini menandakan bahwa anggota semakin berdaya dan memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap KSP Surya Mandiri,” ujar Kadek Hadi Sumarna.
Menurutnya, meningkatnya partisipasi anggota berdampak langsung terhadap kinerja koperasi sepanjang tahun 2025. Kepercayaan anggota menjadi modal utama bagi pengurus dalam mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan.
Kinerja Keuangan Tumbuh Signifikan
Dari sisi kinerja, KSP Surya Mandiri mencatat pertumbuhan yang cukup impresif. Sepanjang Tahun Buku 2025, aset koperasi meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total aset kini mencapai kurang lebih Rp 68 miliar.
Sementara itu, total dana yang dihimpun, baik dalam bentuk simpanan pokok, wajib, maupun simpanan lainnya, juga mengalami kenaikan sebesar 23 persen, dengan posisi dana mencapai sekitar Rp 56 miliar. Adapun Sisa Hasil Usaha (SHU) yang berhasil dibukukan mencapai Rp1,4 miliar, mengalami peningkatan sekitar 10–11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pencapaian ini tidak lepas dari kepercayaan anggota. Itu sebabnya kami sangat berterima kasih kepada seluruh anggota yang telah aktif dan konsisten mendukung koperasi,” ungkapnya.
Target 2026: Perkuat Tata Kelola dan Fokus Manfaat Anggota
Memasuki tahun 2026, pengurus KSP Surya Mandiri menetapkan fokus utama pada perbaikan administrasi dan penguatan tata kelola koperasi agar semakin selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, pengurus juga menargetkan peningkatan kualitas pelayanan agar lebih efisien, terarah, dan benar-benar menjawab kebutuhan anggota.
Salah satu rencana konkret yang menjadi perhatian adalah pengembangan fasilitas sektor riil, khususnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sosial dan adat anggota.
“Ke depan kami ingin memperbanyak fasilitas seperti tenda, kursi, bahkan meja. Tujuannya agar anggota tidak lagi kesulitan saat melaksanakan upacara adat atau kegiatan sosial,” jelas Kadek Hadi.
Anggota 3.337 Orang, Tersebar di Seluruh Bali
Saat ini, KSP Surya Mandiri telah memiliki 3.337 anggota yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Bali. Dengan jumlah anggota yang terus bertambah, pengurus menilai tantangan ke depan adalah menjaga keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran pinjaman.
“Kami berharap peran aktif anggota terus ditingkatkan, terutama dalam pemanfaatan fasilitas pinjaman. Kami juga mendorong anggota untuk merekomendasikan anggota baru, sehingga penyaluran dana bisa lebih optimal dan berimbang,” tegasnya.
Sinergi dengan Pemerintah dan Dorong Sektor Riil
Menanggapi masukan dari Dekopinwil dan dinas teknis terkait penggarapan sektor riil, KSP Surya Mandiri menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Saat ini, koperasi masih fokus pada pembiayaan modal usaha anggota, seperti pedagang dan pelaku usaha kecil. Ke depan, pengembangan sektor riil akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan koperasi dan arahan dari dinas teknis.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas dan stakeholder terkait agar pengembangan usaha koperasi sejalan dengan kebijakan dan kebutuhan daerah,” pungkas Kadek Hadi Sumarna.
(Tim Newsyess)
TAGS :