Wisata
Segera Hadir Wisata Penglukatan Lima Bidadari, Perbekel Ketut Branayoga Kembangkan Temesi Waterfall sebagai Destinasi Wisata Spiritual
Senin, 09 Februari 2026
Wisata sepritual lima Bidadari di temesi
GIANYAR | Newsyess.com -
Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, terus berbenah dan berinovasi dalam mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan spiritual. Setelah sukses menghadirkan Temesi Waterfall sebagai destinasi wisata alam yang diminati, kini Pemerintah Desa Temesi di bawah kepemimpinan Perbekel Ketut Branayoga, yang akrab disapa *Ahok Temesi*, tengah merancang pembangunan kawasan penglukatan dan pelinggih Lima Bidadari di sekitar air terjun tersebut.
Pembangunan pelinggih dan fasilitas penglukatan ini bukan tanpa dasar. Branayoga mengungkapkan, ide tersebut berawal dari pengalaman spiritual yang terjadi sekitar enam bulan lalu di kawasan air terjun Temesi.
“Sekitar enam bulan lalu, ada seorang spiritual yang datang ke sini dan mengalami kerauhan atau kerasukan . Saat itu diyakini ada lima bidadari yang berstana di kawasan ini, dan salah satunya memiliki karakter yang cukup kuat. Karena itu, kami merasa perlu membuatkan pelinggih sebagai bentuk penghormatan dan penyeimbangan secara sekala dan niskala,” ungkap Branayoga.
Menurutnya, sebelumnya masyarakat telah menghaturkan sesajen di beberapa titik di sekitar aliran air terjun. Namun, akibat banjir bandang yang sempat terjadi, dua dari tiga pelinggih yang ada tersapu arus, dan hanya satu pelinggih yang masih utuh.
“Dulu ada tiga pelinggih di bawah air terjun, namun dua di antaranya rusak akibat air bah. Kini kami berencana membangun kembali dalam konsep yang lebih kuat, yakni pelinggih yang dipahat di tebing, seperti konsep di Gunung Kawi,” jelasnya.
Dalam rencana tersebut, akan dibangun pelinggih utama dan juga lima patung bidadari, lengkap dengan pancuran air suci sebagai sarana penglukatan. Setiap perwujudan bidadari akan memiliki pancuran tersendiri yang digunakan untuk ritual pembersihan diri secara spiritual.
“Di depan perwujudan lima bidadari itu akan ada pancuran penglukatan. Setiap bidadari memiliki pancuran masing-masing. Ini bukan sekadar simbol, tetapi menjadi sarana spiritual bagi masyarakat yang ingin melakukan penglukatan,” tambahnya.
Branayoga juga menjelaskan bahwa kawasan ini sejak dahulu memiliki nilai spiritual yang kuat. Sungai yang mengalir di kawasan tersebut dikenal sebagai bagian dari aliran Tukad Sangsang, yang secara historis digunakan sebagai tempat pesiraman oleh masyarakat yang melakukan upacara di Pura Puseh dan Pura Dalem setempat.
“Dari cerita para tetua, kawasan ini memang sejak lama digunakan sebagai tempat pesiraman oleh warga yang akan melakukan upacara di Pura Puseh dan Pura Dalem. Jadi pengembangan ini juga merupakan bentuk menghidupkan kembali warisan spiritual yang sudah ada,” ujarnya.
Pembangunan kawasan penglukatan Lima Bidadari ini ditargetkan rampung sekitar Maret hingga April mendatang, dengan anggaran sekitar Rp 50 juta. Selain sebagai sarana spiritual bagi masyarakat, kawasan ini juga diharapkan menjadi daya tarik baru dalam pengembangan wisata spiritual di Desa Temesi.
Dengan adanya fasilitas ini, pengunjung nantinya tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam air terjun, tetapi juga dapat melakukan aktivitas spiritual seperti penglukatan.
“Ke depan, Temesi Waterfall tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga wisata spiritual. Pengunjung bisa menikmati alam sekaligus melakukan penglukatan. Ini akan memperkaya pengalaman wisata dan membuka peluang baru bagi desa,” jelas Branayoga.
Ia menambahkan, tren wisata spiritual saat ini semakin berkembang dan diminati, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, Desa Temesi ingin mengambil peran dalam pengembangan wisata berbasis spiritual yang tetap selaras dengan kearifan lokal.
Menurutnya, pembangunan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas desa sebagai desa wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga nilai budaya dan spiritual.
“Kami merintis dari nol, dengan keyakinan dan kebersamaan. Harapan kami, pemerintah juga dapat memberikan pendampingan dan dukungan dalam pengembangan potensi desa, bukan hanya setelah berhasil, tetapi sejak proses perintisan,” tegasnya.
Dengan pengembangan kawasan penglukatan Lima Bidadari ini, Desa Temesi semakin mempertegas langkahnya sebagai desa wisata berbasis alam dan spiritual. Sebuah perpaduan harmonis antara keindahan alam, kekuatan budaya, dan nilai spiritual yang diwariskan leluhur, untuk dinikmati dan dilestarikan oleh generasi masa kini dan masa depan.
(Tim Newsyess)
TAGS :